Beranda Berita Utama Ramai Isu Pemerasan, Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus Pastikan Fokus pada Pembenahan...

Ramai Isu Pemerasan, Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus Pastikan Fokus pada Pembenahan Internal dan Utang

46
0
Doris Sylvanus
Plt Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Suyuti Syamsul. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Doris Sylvanus, dr. Suyuti Syamsul, membantah keras narasi yang beredar di media sosial TikTok melalui akun @beritakaltengterkini yang menyebut adanya dugaan pemerasan oleh seorang oknum wartawan berinisial MH di lingkungan rumah sakit tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media, Suyuti menegaskan dirinya tidak mengetahui kebenaran isi video tersebut.

“Saya tidak mengetahui siapa yang diperas dan siapa yang memeras. Silakan ditanyakan kepada yang membuat narasi tersebut,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Suyuti menambahkan, jika memang ada praktik pemerasan, dirinya akan mengambil sikap tegas.

“Pastinya bukan saya, karena kalau saya yang diperas, saya akan lawan,” tegasnya.

Video berisi tudingan pemerasan itu sempat ramai diperbincangkan publik dan memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Menurut Suyuti, isu semacam itu justru bisa mengganggu fokus manajemen rumah sakit yang saat ini sedang melakukan pembenahan internal.

Ia menjelaskan, RSUD Doris Sylvanus tengah berupaya menyelesaikan utang warisan dari tahun 2023–2024 sebesar Rp124 miliar. Manajemen baru, kata Suyuti, sudah menyiapkan langkah strategis agar utang tersebut bisa diselesaikan secara bertahap hingga akhir Oktober 2025.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah keuangan ini secara transparan dan bertanggung jawab. Target kami, seluruh kewajiban dapat dilunasi sesuai jadwal,” jelasnya.

Melalui akun Threads pribadinya @suyuti_syamsul, Suyuti juga membagikan pandangannya terkait kebijakan efisiensi di rumah sakit. Salah satunya dengan memangkas tunjangan pejabat sebesar 30 persen dan menghapus honor yang dianggap bagian dari tugas pokok.

“Salah satu resep mujarab mengatasi defisit anggaran adalah memotong tunjangan pejabatnya,” tulis Suyuti dalam unggahannya. (red1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini